Uncategorized

Melodi Duniawi

Segera Terbit Penulis: Robert Rizki Yono, Safitri, Sandi Saputra, Faridatunnisa Nabila Septiani, Herlinda Putri, Siti Nur Baetilah, Muhamad Mustofa, Hesty Ratnasari, Raihani Maulida, Alvi Rohani Luthfiana, M. Rizki Agung Susilo, Catur Setiati Prihatini, Ine Febiani Jumlah Halaman: Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm ISBN: Harga: Rp. 50.000 Stok: Tahun Terbit: 2023

Buku Ajar PENGANTAR ANTROPOLOGI PSIKOLOGI

Segera Terbit Buku Ajar ini membahas seputar psikologi dan antropologi, kebudayaan dan kepribadian, penyelidikan mental dan kepribadian dalam antropologi kognitif, emosi dalam kajian antropologi; dan konsep diri dan pencarian identitas diri. Penulis: Efriani, S.Ag., M.Ant. Jumlah Halaman: 155 Halaman Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm ISBN: Harga: Rp. 50000 Tahun Terbit: 2023 Stok:

LEMBAH BADA NEGERI SERIBU MEGALITIK (MENGUAK POTENSI LMBAH BADA SEBAGAI DAYA TARIK WISATA KABUPATEN POSO)

Segera Terbit Buku ini secara spesifik menguak berbagai potensi wisata yang dimiliki Lembah Bada, khususnya potensi sebagai daerah wisata yang sarat akan nilai-nilai bersejarah. Penulis: Ariella Naita Pelowe | Olvit Olniwati Kayupa | Join Hengkeng | Feliks Arfid Guampe Jumlah Halaman: 72 Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm ISBN: Harga: Rp. 50.000 Tahun Terbit: …

LEMBAH BADA NEGERI SERIBU MEGALITIK (MENGUAK POTENSI LMBAH BADA SEBAGAI DAYA TARIK WISATA KABUPATEN POSO) Read More »

ANTOLOGI PUISI KIDUNG PAGI

Segera Terbit Antologi Puisi dengan judul “Kidung Pagi” disusun sebagai bentuk internalisasi nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan hidup yang dinterpretasikan dalam wujud kumpulan puisi. Kepedulian teradap lingkungan menjadi tema utama dalam proses pembuatan puisi dikarenakan permasalahan lingkungan menjadi prioritas tantangan Bangsa Indonesia hingga saat ini. Antologi ini merupakan buah karya penulis sebagai rasa empati tehadap kerusakan …

ANTOLOGI PUISI KIDUNG PAGI Read More »

Contoh Antologi Puisi

HUJAN Mendung gelap Rintik hujan Basah… Sebagian mereka mengeluh Tapi adapula yang bersyukur Bukankah selalu begitu? Banjir datang Siapa yang disalahkan? Tanah subur Siapa yang diucapkan terimakasih? Kita hanya seringkali lupa

Scroll to Top